1 dari 3 Persoalan Serius yang dihadapi laki-laki dalam Rumah Tangga adalah soal Finansial Keluarga.
Pasar Kerja Modern hari ini, setidaknya menuntut 2 hal: Kompetensi Digital, dan Komunikasi. Sayangnya, menurut Data BPS, banyak laki-laki yang kesulitan memenuhi tuntutan pasar tersebut. Di waktu yang bersamaan, justru perempuan lah yang lebih piawai memenuhi tuntutan pasar modern.
Efeknya, ketika berrumahtangga, terjadi peran yang tertukar: Istri menanggung Beban Finansial Keluarga, dan Suami “dihidupi” oleh Istri.
Kita tidak sedang bicara boleh atau tidak boleh. Dalam Fiqih Islam, jika keadaannya darurat, maka perkara menjadi boleh. Tentu saja, perempuan membantu finansial keluarga itu boleh. Namun, sifatnya darurat. Artinya, bukan selamanya.
Karena peran alamiahnya, lelaki adalah qowwam yang sekaligus melindungi keluarga, termasuk dalam hal finansial.
Tidak berhenti sampai di situ, survey yang dilakukan oleh Christin L Munsc memperlihatkan bahwa 15% laki-laki yang disurvey mengaku jika pria “dihidupi” oleh istrinya, maka ada kecenderungan yang tinggi untuk selingkuh.
Inilah fakta-fakta yang terjadi dalam dinamika rumah tangga, spesifiknya persoalan finansial.
Lantas, bagaimana solusinya?
Apakah solusinya dengan melarang istri untuk menanggung beban finansial keluarga?
Ataukah justru dengan menaikkan kapasitas laki-laki untuk terlatih dan piawai dalam memikul amanah keluarga?
InsyaAllah saya akan membahasnya siang hari ini, di Pertemuan Pertama Ruang Tumbuh Keluarga - Sekolah Rumah Tangga.
“Lelaki Pemikul Amanah”
🗓 Sabtu, 28 Juni 2025 pk 13.00
📍Dentco Klinik Gigi Keluarga - jl. Tubagus Ismail, Bandung
📌 Daftar di: https://bit.ly/DaftarRTKLaki
WA Admin: 085175350991
Sampai jumpa insyaAllah di siang hari ini ya
Salam,
Ulum A Saif
(Mentor Kelas Belajar Jadi Suami)
Sekolah Rumah Tangga