Every love story starts in the most unexpected way, and ours began from a simple database.
𝓐walnya aku hanya sedang mengecek data mahasiswa yang masuk ke dalam database, sampai akhirnya aku salah fokus pada satu mahasiswa di sana. Lalu saat masa ospek dimulai, aku bertemu langsung dengannya. Kesan pertamaku? Cool, charming, and definitely handsome.
𝓓i hari kedua ospek, aku sadar dia tidak muncul seperti biasanya. Karena penasaran, aku bertanya kepada salah satu mahasiswa lain yang ternyata adalah sahabat dekatnya. Dari situlah aku tahu kalau dia sedang sakit mata. Yang bikin aku makin malu, temannya sempat menggodaku dengan berkata, “Miss kangen ya?” dan tentu saja aku hanya bisa senyum-senyum sendiri.
Tapi aku tidak menyerah. Aku mencari berbagai alasan agar bisa mengobrol dengannya, sampai akhirnya aku mengajak beberapa mahasiswa untuk collab JJ. Dan ternyata berhasil! Dia menghubungiku untuk mengirimkan fotonya. Mungkin terdengar sederhana, tapi saat itu rasanya seperti memenangkan lotre selama 3× berturut turut.
Sejak saat itu kami mulai sering bertukar kabar. Dia bercerita tentang harinya, mengadu saat sedang sakit, dan tanpa sadar membuatku semakin jatuh hati setiap harinya.
Then, on April 7th, the story finally became official.
Semua penantian sejak awal ospek terasa terbayar. Doa' baik dari orang-orang sekitar terus mengiringi hubungan kami, dan syukurlah, hingga hari ini cerita itu masih terus berlanjut.
Who would've thought?
Dari seseorang yang awalnya hanya kulihat di sebuah database, kini menjadi rumah ternyaman yang pernah kumiliki. Dan sekarang, dia telah menjadi suamiku, serta bersama-sama kami membangun keluarga kecil yang lahir dari cinta, doa, dan kebahagiaan yang kami rajut sejak awal.
Because among all the beautiful chapters in my life, you will always be my favorite one.