📚 Fawaid Pagi Hari Ini :
*CIRI-CIRI ORANG YANG JUJUR (BENAR) KEIMANANNYA*
قال الإمام الذهبي رحمه الله:
” الصادق يقل من الكلام والأكل والنوم والمخالطة، ويكثر الأوراد والتواضع وذكر الموت وقول: لاحول ولا قوة إلا بالله “.
📚سير أعلام النبلاء : ٥٣٤/١٤
*Al-Imam Adz-Dzahabi* rohimahulloh pernah berkata :
_“Orang yang jujur/benar (dalam keimanan dan amalannya) itu : sedikit berbicara, sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit bergaul (dengan manusia), serta memperbanyak wirid (berdzikir), tawadhu’, mengingat kematian, dan mengucapkan : "Laa ḥaula wa laa quwwata illaa billaah.”_
*Makna perkataan tersebut di atas :*
Perkataan Al-Imam Adz-Dzahabi rohimahulloh tersebut di atas menjelaskan ciri-ciri orang yang Shodiq (jujur/benar) dalam keimanannya, yaitu:
*a/ Sedikit bicara.*
Bukan berarti diam sama sekali, tetapi berusaha menjaga lisan dari berbicara yang tidak bermanfaat.
*b/ Sedikit makan*
Yakni, makan tetapi tidak berlebihan. Karena kenyang berlebihan dalam makan itu akan mengeraskan hati dan melemahkan ibadah.
*c/ Sedikit tidur.*
Yakni, dia tidak larut dalam kemalasan, tetapi tetap tidur sekedar cukup untuk menjaga fisik agar tetap kuat beribadah.
*d/ Sedikit bergaul.*
Maksudnya, tidak banyak bergaul dengan orang lain dalam hal yang melalaikan atau dalam hal yang sia-sia, namun tetap bergaul dengan mereka dalam hal kebaikan.
*e/ Memperbanyak wirid dan dzikir.*
Artinya, hatinya selalu hidup dengan banyak berdzikir dan mengingat Alloh, di manapun dan kapanpun.
*f/ Tawadhu’ (rendah hati).*
Yakni, dia tidak sombong, walaupun memiliki kelebihan.
*g/ Mengingat kematian.*
Yakni, agar hati itu lembut dan tidak tertipu dengan kesenangan dan gemerlapnya dunia.
Rosulullaloh ﷺ bersabda :
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
_“Perbanyaklah mengingat si pemutus segala kelezatan/kenikmatan (yakni kematian).”_
(HR. *At-Tirmidzi*)
*h/ Memperbanyak ucapan “Laa ḥaula wa laa quwwata illaa billaah."*
_(Yang artinya : "Tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan sebab adanya pertolongan Alloh.")_
Hal ini menunjukkan ketergantungan hati secara penuh kepada pertolongan dan penjagaan dari Alloh ta'ala.
Rasulullah ﷺ bersabda :
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ؟ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
_“Maukah aku tunjukkan kepadamu harta simpanan dari surga ? (Yaitu) Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.”_ (HR. *Al-Bukhori & Muslim*)
*Faedah atau Pelajaran Penting :*
1/ Bahwa *kesempurnaan iman seseorang itu tampak pada pengendalian dirinya.*
Orang yang jujur imannya, dia mampu mengendalikan : lisannya, syahwatnya dan waktunya.
Rasulullah ﷺ bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
_“Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.”_ (HR. *Al-Bukhari & Muslim*)
2/ Sikap zuhud itu bukan berarti meninggalkan dunia sama sekali, tetapi *sikap orang yang pandai mengendalikan diri.*
Sedikit makan, sedikit tidur, dan sedikit bicara, adalah bentuk zuhud yang benar, bukan menyiksa diri sendiri.
Allah berfirman :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
_“Dan makanlah serta minumlah, tetapi jangan berlebihan.”_ (QS. Al-A’raf: 31)
3/ *Bahaya berlebihan dalam hal yang mubah (yang dibolehkan).*
Artinya, perkara yang asalnya boleh (makan, tidur, ngobrol), jika hal itu berlebihan, maka bisa menyebabkan :
melalaikan dari Alloh,
melemahkan ibadah, dan mengeraskan hati.
4/ *Berdzikir dan mengingat mati, adalah obat hati yang keras.*
Dua hal ini, akan melembutkan hati,
menghilangkan cinta dunia yang berlebihan, dan
menumbuhkan kesungguhan dalam beribadah.
Alloh ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
_“Wahai orang-orang beriman, berdzikirlah kepada Alloh dengan dzikir yang banyak.”_ (QS. Al-Ahzab: 41
5/ *Tawadhu’ adalah tanda kejujuran iman.*
Semakin dekat seseorang kepada Alloh, hendaknya semakin rendah hatinya, yakni tidak sombong.
*Nasehat penutup :*
Perkataan dan nasehat tersebut di atas, adalah ringkasan *jalan menuju sikap istiqomah,* yaitu :