⛔⏳ KEKELIRUAN DI BULAN DZULHIJJAH 🌙⛔
۞
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan di antara 4 bulan yang dimuliakan.
AllahTa’ala berfirman (yang artinya),
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.”
(QS. At Taubah : 36)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 4/146)
🌴 Bulan Dzulhijjah adalah bulan penuh ibadah, terutama pada 10 hari yang pertama.
Oleh karena itu, pada edisi kali ini kami merasa perlu mengingatkan para pembaca sekalian terhadap kesalahan-kesalahan yang mungkin dan sering terjadi di bulan Dzulhijjah umumnya, dan pada 10 hari pertama Dzulhijjah khususnya.
Semoga kita terhindar dari berbuat kesalahan serupa sehingga bulan Dzulhijjah bisa menjadi salah satu ladang amal shalih kita.
📚 *Kesalahan Seputar Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah*
1⃣ Melewatkan Kesempatan Beramal Shalih Di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Allah Ta’ala berfirman, yang artinya :
“Demi waktu fajr. Dan malam yang sepuluh.”
(Qs. Al-Fajr: 1-2).
Ibnu Katsir rahimahullahberkata,
“Malam yang sepuluh itu maksudnya adalah 10 hari di bulan Dzulhijjah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbas, Ibnu Az Zubair, Mujahid, dan ulama lainnya dari kalangan salaf dan khalaf.”
(Tafsir Ibnu Katsir, 8/392).
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda,
“Tidak ada hari-hari yang diisi dengan amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada 10 hari ini (yaitu 10 pertama Dzulhijjah). Para shahabat bertanya, “Tidak juga jihad fii sabiilillaah?” Rasulullah bersabda, “Tidak juga jihad fii sabiilillaah, kecuali seorang yang keluar berjihad dengan membawa dirinya dan hartanya lalu tidak kembali lagi dengan sesuatu apapun (yakni mati syahid).”
(HR. At Tirmidzi. Syaikh Al Albany berkata : Shahih)
Maka sangat disayangkan jika hari-hari di bulan Dzulhijjah, menit demi menitnya berlalu begitu saja dengan sia-sia.
2⃣ Tidak Memperbanyak Takbir, Tahmid, Dan Tahlil Di Awal Bulan Dzulhijjah
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa :
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sengaja keluar menuju pasar selama 10 hari pertama Dzulhijjah untuk bertakbir, sehingga orang-orang bertakbir karena mendengar takbirnya mereka berdua.
(Shahih Al Bukhari)
Ini merupakan sunnah yang sudah ditinggalkan banyak orang (baca :sunnah mahjuurah). Lebih parahnya, sebagian orang menganggap aneh hal yang demikian itu. Bahkan boleh jadi ada di antara mereka yang menganggap kurang waras orang-orang yang menghidupkan sunnah itu kembali. Wallahul musta’aan.
📚 *Kesalahan Seputar Hari ‘Arafah*
1⃣ Tidak melakukan puasa pada hari ‘Arafah adalah sebuah kesalahan yang nyata bagi orang yang tidak sedang melaksanakan haji, sementara tidak Aida halangan yang membuat mereka tidak berpuasa.
Dari Abu Qatadahradhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaan puasa hari Arafah, beliau menjawab,“Aku berharap ia dapat menghapus dosa selama setahun yang sudah lewat dan setahun yang akan datang.”
(HR. Muslim)
Tanyakan kepada diri kita masing-masing, adakah puasa yang hanya satu hari namun mampu menghapus dosa-dosa selama dua tahun selain puasa hari Arafah ? Jika tidak, mengapa kita bisa mengabaikannya ?
2⃣ Tidak memanfaatkan hari Arafah dengan memperbanyak do’a.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah. Dan sebaik-baik do’a yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku adalah: “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”
(HR. At Tirmidzi. Al Albany berkata : Shahih)
📚 *Kesalahan Seputar Idul Adh-ha*
1⃣ Tidak Melaksanakan Shalat ‘Id Tanpa Udzur Yang Diterima Oleh Syari’at.
Sebagian mereka berdalih bahwa hukum shalat ‘id adalah hanya sunnah, yang apabila dikerjakan mendapat pahala, sedangkan jika tidak dikerjakan maka tidak berdosa.