*"Apakah orang yg meninggal dunia karena kanker dikategorikan sebagai mati syahid?*
Pertanyaan ini pernah diajukan ke Darul Ifta Mesir..
Sebelum menjawabnya, penting untuk memahami pembagian syahid dalam Islam.
Para ulama membagi syahid menjadi tiga tingkatan:
1. Syahid Dunia dan Akhirat: Gugur di medan perang demi membela agama. Jenazahnya tidak dimandikan dan tidak dishalati.
2. Syahid Dunia: Orang yang gugur di medan perang, namun secara niat hanya mencari hal-hal duniawi.
3. Syahid Akhirat: Orang yang mendapat pahala dan derajat syahid di akhirat, tetapi di dunia jenazahnya tetap wajib dimandikan dan dishalati.
Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW menyebutkan beragam kriteria orang yg mendapat derajat syahid akhirat. Salah satunya adalah riwayat Imam al-Bukhari:
الشهداء خمسة: المطعون، والمبطون، والغريق، وصاحب الهدم، والشهيد في سبيل الله
"Syahid itu ada lima: orang yang meninggal karena wabah tha'un, sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan, dan yg gugur di jalan Allah."
Dalam riwayat Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW menambahkan dua kategori lagi, yakni orang yg mati terbakar dan wanita yg meninggal saat melahirkan, sehingga menjadi tujuh sebab.
Pemberian derajat syahid ini merupakan bentuk kasih sayang dan karunia Allah SWT. Mengingat rasa sakit luar biasa yg harus ditanggung oleh penderita penyakit-penyakit tersebut, Allah menggantinya dengan ganjaran pahala yg amat besar.
Beragamnya hadis mengenai hal ini mendorong para ulama untuk menyusun karya khusus tentang sebab-sebab mati syahid. Imam as-Suyuthi, misalnya, menulis risalah berjudul "Abwab as-Sa'adah fi Asbab asy-Syahadah" yg mencatat sekitar 57 sebab syahid akhirat. Sementara itu, Imam al-Ajhuri mencatat hingga 60 sebab.
Pendapat yg tahqiq, sebagaimana yg dinyatakan Imam as-Subki, bahwa sebab-sebab syahid akhirat sebenarnya tidak terbatas. Bilangan yg disebutkan dalam hadis-hadis Nabi hanyalah bentuk penyebutan contoh, bukan pembatasan.
Setelah mengkaji sekian banyak hadis tentang syahid akhirat, Imam al-Kasymiri dalam Faidh al-Bari merumuskan sebuah kaidah (dhabith):
كل من مات في علة مؤلمة متمادية، أو مرض هائل، أو بلاء مفاجئ، فله أجر الشهيد
*_"Setiap orang yang meninggal karena penyakit yang menyakitkan lagi berkepanjangan, atau penyakit yang mengerikan, atau musibah yang datang tiba-tiba, maka baginya pahala syahid."_*
Berdasarkan analisis landasan-landasan tersebut, Darul Ifta Mesir menyimpulkan bahwa penderita kanker yang meninggal dunia termasuk dalam kategori syahid akhirat. Jenis-jenis penyakit yg disebutkan secara spesifik oleh Rasulullah SAW dalam hadis merupakan contoh penyakit berat yang dikenal pada zaman beliau.
Kanker, dengan rasa sakit dan perjuangan panjang yang dialami penderitanya, sangat memenuhi kriteria 'illat (alasan hukum) dari sebab-sebab syahadah tersebut.
Semoga Allah selamatkan kita semua dari penyakit mematikan ini..