Rasa Syukur.
Melihat satu persatu pemuda salafy ini mulai mengangkasa, meninggalkan sarangnya.
Melepas nyamannya selimut di atas dipan
Meninggalkan hangatnya pelukan Ayah Ibu
Menanggalkan segala kemakmuran di tanah air
Keluar dari zona nyaman, menantang dunia baru yang masih menjadi misteri baginya.
مَا فِي المُقَامِ لِذِي عَقْلٍ وَذِي أَدَبٍ
مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الأَوْطَانَ وَاغْتَرِبِ
Tiada (berdiam diri) di tempat tinggal, bagi mereka yang cerdas dan beretika,
_Bagi yang mencari kesuksesan, maka tinggalkan kampung halaman dan berkelanalah
Kita mulai dari sana, dari kota Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pemuda-pemuda salafy
Kini telah belajar bersama para dosen dan masyaikh
Baik yang di Universitas Islam Madinah
Tempat Masyaikh kibar belajar dan mengajar.
Menjalankan tugas kuliah, penat lelah dirasa, namun tetap terasa nikmat
Ada juga yang menjadi pelajar mandiri
Dengan menghadiri halaqah-halaqah ilmi
Berkeliling dari satu syaikh ke syaikh lain di sana dan di sini.
Hilir mudik di bawah terik mentari, tak berpuas diri,
Bersimpuh dalam halaqah di bawah naungan kubah nabawi.
سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ
وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيذَ العَيْشِ فِي النَّصَبِ
Merantaulah, akan engkau temukan badal kawan dari mereka yang engkau tinggalkan
Cucurkan keringatmu, karena nikmat hidup ada pada tetesan peluh (hasil perjuangan) itu
Bersyukur, bersyukur sekali.
Tak cukup ke negeri Nabi, pemuda salafy terus bangkit, negeri iman menjadi target tujuan,
Yaman, dengan penduduknya yang bersifat penuh kelembutan
Walau, negeri ini masih jauh dari kata nyaman
Dengan internet, listrik dan politik dalam ketidakpastian
Semuanya tetap berusaha fokus meraup pundi-pundi warisan
yang Nabi tinggalkan.
إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ
إِنْ سَاحَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
Aku mengamati air yang tergenang, ternyata ia menjadi rusak
Sedangkan jika ia mengalir, segarlah ia, tidak sebagaimana air yang menetap
Dan di sana ada pula yang mengemban tugas negara
Menjadi pengerat hubungan antara
UEA dan Indonesia
Memberi bukti bahwa negeri kita kaya
Kaya akan sumber daya manusia
Dengan menjadi imam dan khatib di sana
وَالأَسَدُ لَوْلَا فِرَاقُ الأَرْضِ مَا افْتَرَسَتْ
وَالسَّهْمُ لَوْلَا فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبِ
Sang singa, jika tak mau beranjak dari sarangnya, takkan mendapatkan mangsa
Anak panah bila tak melesat dari busurnya takkan menghujam sasaran
Ada yang tak mampu 'tuk beranjak dari tanah kelahiran karena ikatan,
Pemuda-pemuda itu tak kehabisan akal untuk terus berjuang,
Program zoom ataupun telegram
Yang dibimbing para masyaikh kibar,
Diserapnya semua, hingga tak terhentikan.
وَالشَّمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فِي الفَلَكِ دَائِمَةً
لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ العَرَبِ
Baskara bila hanya merenung di ufuk
Ia akan dihina oleh bangsa ajam maupun Arab
Semuanya, tersebar di penjuru alam,
jaga gelora semangatmu saudaraku,
jangan engkau jadikan uang, tenaga, waktu itu seolah abu, gosong, luruh dan hilang tertiup angin.
Manfaatkan apa yang telah engkau korbankan,
daya gunakan ia menjadi ilmu yang bermanfaat bagi umat.
وَالتِّبْرُ كَالتُّرْبِ مُلْقًى فِي أَمَاكِنِهِ
وَالعُودُ فِي أَرْضِهِ نَوْعًا مِنَ الحَطَبِ
Emas mentah hanyalah senilai tanah selama ia terpendam
Demikian juga gaharu tak ubahnya seperti kayu bakar selama masih di tempatnya
Berkelanalah!
Merantau mencari Ilmu adalah sunnah salaf
sejak zaman para Nabi hingga ulama masa kini,
tak terhingga jumlah kisah kisah itu
tertuang dalam kitab kitab.
إِنْ تَغَرَّبَ هَذَا عَزَّ مَطْلَبُهُ
وَإِنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كَالتَّذَهَبِ
Saat gaharu itu mulai berpetualang, iapun bermetamorfosis menjadi parfum yang istimewa
Dan saat emas mentah tadi mulai dicuatkan, ia akan menjadi logam mulia yang tak ternilai harganya
____
Catatan: Syair yang ditandai sebagai kutipan adalah gubahan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah yang dinukil dan diterjemahkan berdasarkan Syarh Diwan Asy-Syafi’i, hlm. 25-27, Muhammad Ibrahim Salim, Penerbit Maktabah Ibn Sina, Mesir.
#fawaid
___