ALLAH AKAN MENGGANTINYA…
Ada satu kisah yang sering aku jadikan
penguat hati ketika hidup terasa tidak adil.
Kisah tentang Syekh Utsman Thaha,
kaligrafer besar asal Suriah,
yang namanya hari ini hampir selalu kita temui di mushaf Al-Qur’an.
Suatu hari, saat beliau masih tinggal di Damaskus,
datang seorang kenalan meminta
satu permintaan yang tidak sederhana:
menuliskan mushaf Al-Qur’an lengkap dengan tangan sendiri.
Utsman Thaha menerima permintaan itu.
Tanpa menawar. Tanpa memikirkan imbalan.
Ia mengerjakannya dengan penuh kesungguhan,
ketelitian, dan cinta kepada Kalamullah.
Pekerjaan itu memakan waktu 2 ½ tahun.
Hari-hari yang panjang, mata yang lelah,
tangan yang tak henti menulis.
Dan semua itu diselesaikan
tanpa meminta bayaran apa pun.
Namun yang terjadi setelahnya justru menyisakan luka.
Orang yang memesan mushaf tersebut membawa
hasil kerja itu ke Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah,
lalu menjualnya dengan harga hampir 4 juta riyal!
Dan Syekh Utsman Thaha tidak menerima apa-apa.
Tidak satu riyal pun.
Jika dilihat dengan kacamata manusia,
ini adalah kezaliman yang nyata.
Kerja bertahun-tahun, keikhlasan yang dikhianati,
kebaikan yang dibalas dengan ketidakadilan.
Namun Allah tidak pernah lalai.
Beberapa waktu kemudian,
pihak percetakan berkata:
“Daripada melalui perantara,
kami ingin bekerja langsung dengan kaligrafernya.”
Kalimat sederhana itu menjadi pintu perubahan besar.
Syekh Utsman Thaha diundang ke Madinah,
bekerja langsung di pusat percetakan Al-Qur’an.
Dari sana,
mushaf-mushaf yang ditulis tangannya
tersebar ke seluruh dunia.
Dan pada akhirnya,
Allah memuliakannya dengan
kewarganegaraan Arab Saudi.
Seakan Allah berkata:
“Apa yang diambil manusia darimu,
Aku gantikan dengan sesuatu yang jauh lebih besar.”
Kisah ini mengajarkan bahwa
tidak semua kebaikan langsung
dibalas di waktu yang kita inginkan.
Tidak semua ketulusan dihargai oleh manusia.
Yang pasti,
tidak ada satu pun amal yang hilang di sisi Allah.
Kadang, yang kita anggap kerugian
justru sedang diarahkan menjadi jalan kemuliaan.
Dan apa yang kita tangisi hari ini,
bisa jadi sedang Allah siapkan
sebagai sebab kebahagiaan di masa depan.
Allah berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.
Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu.
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(Inspired by Syekh Dr. Hasan al-Husainy)
***
Maka jika hari ini kamu merasa dizalimi,
diremehkan, atau dikhianati—
tenanglah.
Allah Maha Melihat.
Dan takdir-Nya selalu lebih adil
daripada perkiraan manusia.
Akhukum,
Muhammad Ihsan Zainuddin
NB:
Alhamdulillah, sudah hadir buku digital baru
berjudul “BELAJAR DARI NABI AYYUB”.
Ini untuk kamu yang merasa hidup ini sedang berat-beratnya.
Maka, buku ini akan menemanimu belajar dari Nabi Ayyub tentang itu.
KLIK di sini:
https://lynk.id/ahsantum/pgp0411vep56