Pembayaran Nontunai 100% di Terapkan Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Perubahan besar mulai diterapkan di sektor pariwisata Gunungkidul. Selama dua hari, 6–7 Mei 2026, pembayaran tiket masuk di TPR Baron resmi diuji coba menggunakan sistem 100 persen nontunai.
Artinya, selama masa uji coba ini, tidak ada lagi pembayaran tunai yang diterima, baik siang maupun malam hari.
Kebijakan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam membenahi sistem retribusi wisata agar lebih transparan, akurat, dan meminimalisir potensi kebocoran pendapatan.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menjelaskan bahwa seluruh transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS yang terhubung dengan Bank BPD DIY. Selain itu, wisatawan juga bisa menggunakan kartu uang elektronik seperti e-money dan tap cash.
Untuk mendukung kelancaran sistem, pemerintah telah menyiapkan 16 unit alat pembayaran digital (MPOS) di lokasi. Jaringan internet juga telah dipastikan stabil, bahkan dipisahkan dari jaringan WiFi publik agar transaksi tidak terganggu.
Kepala Disparekrafpora Gunungkidul, Hary Sukmono, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya uji coba teknis, tetapi juga proses pembiasaan bagi petugas dan wisatawan untuk beralih ke sistem digital.
Setelah uji coba selesai, akan dilakukan evaluasi untuk melihat efektivitas penerapan di lapangan. Jika berjalan lancar, sistem ini akan dijadikan standar permanen di TPR Baron.
Tidak berhenti di situ, rencananya sistem pembayaran nontunai juga akan diterapkan secara bertahap di empat TPR lainnya di wilayah Gunungkidul.
Meski demikian, untuk lokasi lain saat ini masih diperbolehkan menggunakan metode tunai sambil menunggu kesiapan penuh.
Pemerintah juga terus melakukan sosialisasi melalui spanduk, pamflet, dan media sosial agar wisatawan sudah mengetahui aturan ini sebelum datang.
Pengunjung diimbau untuk memastikan saldo digital mencukupi sebelum tiba di lokasi, agar tidak mengalami kendala saat masuk kawasan wisata.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital di sektor pariwisata, namun juga memunculkan tantangan baru terutama bagi wisatawan yang belum terbiasa menggunakan sistem pembayaran non tunai.