#Testimoni
"Perjalanan Mudik Yang Dahsyat"
Awalnya saya ga yakin dan bisa dikatakan ga ingin mudik, karena setiap kali mudik endingnya ga pernah Happy. Dan itu selalu di saksikan oleh anak gadis saya.
Di kampung orang tua yang ada hanyalah ibu saja, Ayah sudah kembali duluan. Saya sama ibu selalu saja wow 🅚🅔🅡🅔🅝. Kalau sudah di Medan ilmu MR pokok nya setiap saat dipraktekkan terus dan terus lagi dan lagi.
Karena tidak yakin mau mudik, jadi saya santai2 saja gada booking tiket BUS jauh2 hari.
Dari seberang sana saya di tlp Ibu dan abang yang no.1 " Yun pulang lebaran?"
Saya cuma jawab "belum tahu".
Saya coba tanya anak2, jawaban anak2 " Mami aja yang plg kami di pekanbaru saja"
Ibuk mana yang ga bingung mendengar jawaban anak2nya. Mana mungkin pulang ke Medan cuma badan sebatang sementara anak2 tinggal dirumah ber2an si Kakak dan si adeknya. ( saya ibu tunggal, dan ayahnya anak2 sudah tdk perduli lg dgn anaknya).
Berkali- kali saya GT, Allah kalau pulang ayatnya apa, kalau tidak pulang ayatnya apa..
Ayat yang di dapat nasehat2 sayang Allah kepada saya.
Ada ayat yang bunyinya berbakti, rezeki, harus silahturahmi, dan bahkan tiupan sangkakala tentang hari kiamat.
Saya semakin tidak tenang.
Saya ingin pulang namun anak2 bagaimana🥹..
Sampai saya jadi panitia Safari Ramadhan, saya bilang ke Allah, " Allah tlg beri aku hidayah lembutkan hatiku dan hati anak2 agar mau ikut plg ke Medan.
Mohon maaf trakhir saya ketemu ibuk sikap ibuk ke saya luar biasa buat hati saya down sedownnya, ditambah tetangga kiri melaporkan anak saya yg no 2 usia 7 th ke polsek, saya seperti orang yg ga sadar ( melamun ), lalu saya ikut NCC 5.0 untuk kembalikan semangat hidup dan iman saya.
Singkat cerita ibuk sedang kurang sehat tensi ibuk tinggi 170 dan ga turun2 jadi abang no 1 bilang pulanglah kita kumpul di Medan, adik saya no.5 ada di Makasar dan adek no.4 ada di Irak ga bisa plg karena ada perang, abang no 1 dan 2 ada dirumah ibuk, dan terakhir ibu terjatuh lalu dipasang infus, alhamdulillah hidayah itu datang Allah lembutkan hati anak2 mau ikut plg ke Medan.
Namun....
Tiket Bus sudah penuh😭
Saya putuskan pulang dgn mobil yang kondisinya apa adanya🫣 ( mobil beli tdk baru) Saya GT mudik pulang dengan mobil dapat surat At Talaq ayat 12.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَ رْضِ مِثْلَهُنَّ ۗ يَتَنَزَّلُ الْاَ مْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَا طَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
allohullazii kholaqo sab'a samaawaatiw wa minal-ardhi mislahunn, yatanazzalul-amru bainahunna lita'lamuuu annalloha 'alaa kulli syai-ing qodiiruw wa annalloha qod ahaatho bikulli syai-in 'ilmaa
"Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu."
Setelah service PRA MUDIK.
Hari selasa tgl 17 Siap shubuh kami pun berangkat ke Medan, dengan anak-anak dan supirnya saya saja.
Sampai di Aek Kenopan mobil mulai mengeluarkan suara "dengung" ketika di gantung kopling dan direm hilang.
Memang saat service sudah dikatakan oleh pihak bengkel " Bu Yuni kopling ~keras~ tapi spare part tdk ada"
Dan saya ga kepikiran untuk ke bengkel yang lain memperbaikinya. Jadi kopling ini masanya sampai dimana nantinya.
Saya berhenti saat mau berbuka puasa magrib di Mesjid daerah Asahan kira-kira agak 3jam lagi sampai di Medan. Dan dari Mesjid 1 jam lgi mau masuk Tol Kisaran.
Siap Sholat Magrib kami pun kembali jalan, namun suara "dengung semakin sering"
Saya berhenti di depan Indomaret saya cek tali kipas, air radiator, oli mesin semua aman.
Saya diingatkan sama Bpk Polisi yg lagi patroli " Buk kira2 hati ibuk ga nyaman ibu berhenti ya, intinya banyak istirahat mobil nya jgn dibawa kencang2"
Lalu dari via tlp WA sama org bengkel Pekanbaru saya dipesankan " Bu, kalau masuk tol ambil no handphone nya jaga-jaga mana tahu kena TOWING"