ใ
ก Sisi Gelap Rumah Tua ใ
ก
Alya baru saja mendapatkan pekerjaan baru di sebuah kota kecil yang jauh dari keramaian. Karena ingin merasakan suasana berbeda, dia memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah tua yang sudah lama kosong. Rumah itu terlihat sangat klasik, dengan jendela-jendela besar dan pintu kayu yang berderit saat dibuka.
Meski begitu, Alya merasa tertarik dan segera menempati rumah itu.
Malam pertama di rumah itu terasa tenang. Namun, keanehan mulai terjadi setelah beberapa hari. Alya mendengar suara langkah kaki di lantai atas, meskipun dia tahu dengan pasti bahwa tidak ada orang lain di rumah itu. Suara itu terus terdengar setiap malam, seakan-akan seseorang sedang berjalan di atas kepalanya.
Suatu malam, Alya memutuskan untuk mencari tahu. Dengan berani, dia naik ke lantai atas dan berjalan ke setiap ruangan yang ada. Begitu dia memasuki kamar di ujung lorong, tiba-tiba dia merasa suhu di ruangan itu sangat dingin. Semua lampu di sana mati. Lalu, dia melihat sebuah cermin besar di dinding.
Begitu Alya mendekat, dia melihat bayangan seseorang berdiri di belakangnya, namun saat dia berbalik, tidak ada siapa-siapa. Hanya cermin yang memantulkan dirinya sendiri. Tanpa sadar, dia mulai merasakan ada yang aneh dengan ruangan ituโseperti ada energi yang sangat berat dan menekan.
Alya berusaha untuk mengabaikan perasaan itu dan melanjutkan malamnya, tapi ketegangan semakin memuncak saat malam kedua datang. Kali ini, suara langkah kaki semakin keras, disertai dengan suara bisikan yang membuatnya merinding. Alya merasa seolah-olah ada yang mengawasinya.
Hari berikutnya, dia mencari informasi tentang rumah itu. Ternyata, rumah tersebut pernah dihuni oleh seorang pria tua yang dikenal sangat pendiam dan selalu menutup diri dari dunia luar. Namun, ada rumor yang beredar bahwa pria itu meninggal dalam kondisi yang sangat mengerikanโditemukan tergeletak di lantai atas dengan matanya yang terbelalak, seperti melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
Pada malam ketiga, Alya tidak bisa lagi mengabaikan ketakutannya. Suara bisikan itu semakin jelas: โKamu harus pergi... dia akan datang...โ
Alya mencoba tidur, tapi saat tengah malam, lampu di seluruh rumah tiba-tiba mati. Di kegelapan, dia mendengar pintu kamar terbuka dengan sendirinya. Dari balik pintu, sosok pria tua dengan wajah pucat dan mata kosong perlahan muncul. Matanya menatap Alya dengan tatapan kosong yang penuh kebencian.
โTidak ada yang bisa keluar dari sini,โ bisiknya dengan suara serak. Alya berlari menuju pintu depan, namun pintu itu terkunci rapat. Ketika dia menoleh ke belakang, sosok pria itu sudah berdiri di hadapannya. Dan saat itulah dia sadarโpria itu bukan hanya menghantui rumah ini, tapi dia terperangkap di dalamnya, dan kini Alya juga menjadi bagiannya.
Rumor yang beredar ternyata benar. Rumah itu menyimpan lebih dari sekadar kenangan gelap. Rumah itu adalah penjara bagi mereka yang datang, dan tidak ada yang bisa keluar dari sisi gelap rumah tua itu.